Gandeng PT. LABAS Bengkulu Selatan Siap Jalankan Program Pengembangan dan Budidaya Sidat / Pelus

AndalasUpdate.com – Dalam rangka pengembangan potensi budidaya ikan sidat / pelus di Kabupaten Bengkulu Selatan, Bupati Gusnan Mulyadi bersama dengan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bengkulu Selatan Santono melaksanakan kunjungan ke PT Laju Banyu Semesta (PT. LABAS) Bogor Jawa Barat, Selasa (19/4/2022).

PT. LABAS merupakan  industri yang bergerak dalam bidang perikanan dalam pengembangan dan pembudidayaan ikan sidat (pelus) di Indonesia.

Diterima langsung oleh Direktur PT. LABAS Deni Firmansyah dan Farid Wiyardi yang merupakan Komisaris PT LABAS, Bupati meminta bantuan dan kerjasama dalam hal pembudidayaan ikan sidat, dengan harapan Bengkulu Selatan akan menjadi sentra budidaya ikan sidat di tingkat provinsi Bengkulu atau bahkan sampai tingkat nasional.

Hal ini disambut positif oleh PT. LABAS dengan kesediaan mereka untuk bekerjasama dengan Pemkab Bengkulu Selatan dalam mengembangkan  budidaya ikan sidat. PT. LABAS bersedia untuk menyediakan tenaga ahli dan pembimbing juga memandu dalam pembuatan rekayasa kolam sehingga sesuai untuk pengembangan dan budidaya ikan sidat.

Dalam rencana pilot project sidat di Bengkulu Selatan, PT. LABAS akan mensuplai bibit pada tahap pertama. Disamping itu rencana strategis bidang perikanan ini juga akan didukung oleh pihak akademisi dari Program Studi Ilmu Kelautan dari Universitas Bengkulu dengan melakukan pendampingan,  penelitian dan pengembangan ikan sidat di Bengkulu Selatan.

Disampaikan Ir. Dede Hartono, MT yang merupakan Dosen Prodi Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu yang juga turut serta mendampingi Bupati Gusnan Mulyadi bahwa prodi kelautan UNIB salah satu roadmap penelitiannya adalah sidat / pelus, pihak UNIB sudah kesekian kalinya melaksanakan penelitian terhadap upaya pengembangan dan budidaya ikan sidat yang sudah melahirkan banyak dokumen dokumen dalam bentuk kajian ilmiah, dan UNIB menyatakan 100% kesiapan mereka dalam mendukung program Bupati Gusnan ini.

Tidak sampai disitu, PT LABAS juga bersedia menerima utusan pemuda pemudi Bengkulu Selatan yang memiliki ketertarikan dalam budidaya ikan sidat untuk melaksanakan pelatihan bersama perusahaan mereka.

Bupati Gusnan juga mengharapkan kunjungan balasan dari PT. LABAS ke Bengkulu Selatan untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan kolam yang nantinya akan dijadikan pilot project sidat ini.

Saat ini pangsa pasar ikan sidat masih di dominasi oleh Negara-negara maju seperti Jepang, Korea, Cina, Hongkong, Jerman, Italia dan Amerika. Sehingga ikan sidat ini menjadi potensi besar komoditas ekspor yang sangat menjanjikan.

Masih banyaknya ikan sidat/pelus yang didapatkan nelayan di Bengkulu Selatan khususnya di aliran sungai air manna menunjukkan bahwa ekosistem air dan sungai di Bengkulu Selatan masih sangat terjaga dengan baik, hal inilah yang mendorong Bupati Gusnan Mulyadi untuk melaksanakan program budidaya ikan yang menjadi primadona di banyak Negara maju ini.

Kalau program ini dilaksanakan dengan serius, bukan mustahil ini akan sejalan dengan misi peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat Bengkulu Selatan.Adv

AndalasUpdate.Co